ntms: Terbaik Untukku

Dahulu. Ada seorang anak perempuan. Usianya sekitar 4-5 tahun.

Suatu hari, anak ini sedang mengikuti suatu acara di TPA-nya, sebutlah acara pelepasan siswa TPA. Dalam menyambut kegiatan ini, ibunda si anak telah menyiapkan sesetel baju-celana berwarna biru-putih yang manis, dengan penutup kepala berwarna putih berbentuk seperti topi, mirip dengan yang sering sang ibunda pakai. Awalnya, si anak merasa senang mengenakan pakaian tersebut, “bajunya bagus sekali, kainnya berkilau” ia mematut diri di cermin.

Setibanya di tempat acara, si anak melihat seorang anak perempuan lainnya, sepertinya dari kelas TK besar. Si anak merasa takjub dengan pakaian si kakak. Sebuah gaun panjang dengan atasan berwarna putih dan rok Panjang merah, serta kerudung berhiasan yang menutupi leher. Nampak sangat anggun di mata si anak.

Ia pun lalu merasa tidak pede dengan setelan birunya. Ia ingin terlihat anggun. Ia ingin pakai rok. Ia ingin pakai kerudung yang seperti si kakak. Anak kecil ini mulai merengek kepada ibunya. Ia mulai merasa tidak nyaman dengan pakaian birunya yang berkilau, juga dengan topi yang sebetulnya membuatnya tampak begitu manis. Celana ini seperti anak laki-laki saja, pikirnya. Ia ingin ganti dengan baju yang anggun seperti milik si Kakak.

Sang ibunda bingung karena si anak terus rewel. “tidak bisa nak, itu pakaian orang lain tak mungkin kamu pakai, nanti lain kali Mama buat yang rok seperti itu ya..” sang ibu mencoba menenangkan anaknya. Si anak masih tidak bisa menerima, ‘pokoknya ingin seperti itu sekarang, aku ingin terlihat anggun seperti si kakak di acara ini’, hanya itu yang dipikirkannya. Ia pun terus menangis. Akhirnya sang ibunda meminta tolong kepada ibunda si Kakak agar si Kakak berkenan meminjamkan kerudungnya kepada si anak. Si anak sedikit lebih tenang setelah memakai kerudung si Kakak yang baginya sangat anggun.

***

Belasan tahun sejak kejadian itu, si anak kini telah tumbuh menjadi seorang anak SMA. Ia menatap foto-foto dirinya di sebuah album tua. Foto dirinya di acara pelepasan TPA. Melihat foto-foto itu ia tersenyum. Ia berpikir dan berbicara kepada dirinya sendiri. “Masya Allah, manis sekali anak berbaju biru ini, ia sangat manis dengan setelah birunya”.  Ia melirik sosok lainnya. Anak kecil yang lebih tinggi dengan gaun putih merah. Nampak anggun.

Lalu pikirannya melayang ke masa silam, “ah… dulu sepertinya aku begitu menginginkan untuk memakai baju si kakak…” batinnya. Namun kini ia tidak merasa demikian. Melalui foto-foto itu ia melihat dan merasakannya. Setelan biru itu sangat cocok untuk si anak. Anak itu telah tampak sangat manis dan memikat. Itu adalah setelan yang cocok untuknya, untuk usianya. Ia lalu melihat si anak memakai kerudung si kakak dengan setelah birunya. Hm… kurang cocok, yang topi bulat putih itu lebih cocok, begitu pikirnya kini.  Ia pun merenung dan tersenyum mengingat kerewelannya dulu, mengingat betapa inginnya dulu memakai baju yang seperti si kakak, padahal apa yang ia punya itu sudah yang terbaik untuknya..

***

Kini, tiga windu telah berlalu sejak kejadian itu. Si anak kini telah menjadi seorang ibu yang seperti sang ibunda dan ibu-ibu lainnya, ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati tercinta. Namun rupanya, rasa “rumput tetangga nampak lebih hijau” itu masihlah saja datang sesekali, menghantui hari si ibu. Kini ia datang dalam bentuk yang lain. Bukan dalam bentuk pakaian tentunya. Kini rasa itu datang dalam episode yang sedikit lebih pelik… “bunda lain yang nampak lebih hebat dariku, nampak lebih sempurna hidupnya dariku, nampak lebih banyak pencapaiannya di usia yang jauh lebih muda dariku, dst…”.

Si ibu ini kemudian merenung, mengingat kejadian masa kecilnya.

“Hmmm… sejak dulu seperti itu ya, selalu ada rasa yang seperti itu… ‘rumput tetangga yang nampak lebih hijau’.

Namun mungkin, sebagaimana setelan biru itu, apa yang telah kukenakan sebetulnya itulah yang terbaik untukku.  Melalui foto-foto yang kulihat di belasan tahun kemudian, bukankah aku sendirilah yang telah menyadari dan menilai. Bahwa apa yang kukenakan saat itu, sebetulnya itulah yang membuatku tampak manis dan memikat. Apa yang telah kukenakan itulah yang cocok dan itulah yang terbaik untukku. Pakaian biru yang disiapkan penuh dengan kasih ibu.  Yang tidak cocok dipadankan dengan yang milik orang lain. Aku hanya perlu menyiapkan sebuah senyuman untuk membuatnya tampak lebih indah…

Seharusnya itu berlaku sama dengan episode yang sekarang. Apa yang aku miliki sekarang sebetulnya itulah yang terbaik untukku. Dari sisi dunia dan agamaku. Itulah kehidupan terbaik yang telah disiapkan dengan penuh kasih sayang dari Allah. Kehidupan yang mungkin tidak cocok bila dipadankan dengan yang milik orang lain.

Aku hanya perlu menyiapkan sebuah senyuman dan ikhtiar terbaik untuk membuatnya lebih indah..”

Si ibu ini kemudian menghela nafas. Inilah aku dengan kehidupan terbaik yang Allah pilihkan. Aku akan berikhtiar semampuku, memanfaatkan sisa waktu hidupku, dengan membawa satu kalimat dalam hatiku: aku di sini untuk mencari keridhaan-Nya, bukan keindahan di mata manusia.

Allahu a’lam.

 

BunSayIIP Lv12 Day14: Mengakses WA di Komputer

Assalamu’alaikum sahabat pembaca, kali ini saya ingin berbagi tentang cara untuk melihat pesan-pesan WA lewat computer. Sebetulnya saya sudah pernah membahas hal ini dulu, tetapi bukan di dalam tantangan IIP.

Terkadang, membaca WA di layar kecil cukup melelahkan. Apalagi bila join di banyak grup WhatsApp (WA) atau ikut kuliah-kuliah online via WA. Kalau sudah begini, biasanya tidak terasa pesan yang masuk dan belum terbaca jadi sangat banyak (bisa mencapai hampir seribu pesan) hingga hayati lelah untuk memanjatnya. Belum lagi kalau orang-orang mengirim file yang cukup penting dengan ukuran besar (file materi kulwhapp, misalnya). Bila semuanya diunduh ke HP, maka akan sangat cepat menghabiskan memori penyimpanan di HP.

Kalau sudah begini, maka saya biasanya lebih memilih membaca WA dari browser di komputer. “Memanjat pesan” lebih mudah karena layarnya besar, selain itu bila ada file penting, bisa dengan mudah disimpan ke dalam komputer, bahkan bisa langsung di-print bila memang perlu.

Caranya adalah sbb: (1) buka browser misalnya google Chrome di laptop/computer, (2) buka web.whatsapp.com, (3) di HP, klik menu lalu pilih WhatsApp Web, (4) Scan QR Code yang ada di computer ke HP.  Lebih lengkap tentang cara, kelebihan serta kekurangan WhatsApp web telah saya tulis di sini.

 

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

BunSayIIP Lv12 Day13: Samsung Health

Samsung Health

Home Samsung Health

Ini adalah app bawaan dari HP Sams*ng. Pertama kali saya gunakan untuk menge-track sejauh dan se-konsisten apa saya olahraga berlari/jogging di pagi hari. Saat berlari. app ini memberi tahu kita, berapa jauh kita sudah berlari (dalam km), waktunya, kecepatannya, berapa kalori yang sudah dibakar, dan lain-lain. App juga menyimpan data kegiatan jogging ini sehingga datanya bisa kita akses untuk melihat apakah kita sudah konsisten jogging sesuai frekuensi yang kita inginkan (misalnya ingin 1-2 pekan sekali).

Contoh Tracking Berlari

Contoh Tracking Berlari

Lalu, ternyata app ini juga memiliki detektor langkah.  Jadi, misalnya saya pergi berbelanja membawa HP dengan berjalan kaki, app akan memunculkan notifikasi “workout detection alert”, dan memberi tahu kita berapa langkah kita sudah berjalan, berapa lama active time-nya, berapa kilometer jauhnya, kalori yang dibakar, dan berapa menit waktunya. App ini juga secara otomatis mengeset target active time (60 menit, 6000 langkah) agar badan tetap sehat. Seringnya target ini ngga tercapai sih, sebab ngga setiap waktu membawa HP. Biasanya tercapai bila sedang berjalan-jalan hehe.

Data Berlari Bulan Juli

Data Berlari di Bulan Juli

Ada banyak fungsi lain dari app ini, termasuk di dalamnya pencatatan kalori harian. Fungsi lainnya yaitu: mencatat berapa banyak kita sudah minum, berapa lama kita tidur, dan lain-lain. Tidak semuanya saya pakai, sejauh ini yang paling saya manfaatkan hanya fungsi exercise-nya saja.

Sepertinya banyak aplikasi serupa yang mendukung kita agar lebih memperhatikan kesehatan. Sejauh ini saya sudah merasa cukup dengan app bawaan ini sehingga belum mencoba app yang lain. Allahu a’lam.

 

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

 

 

BunSayIIP Lv12 Day12: Statistik Penggunaan HP

Terkadang, saya cukup penasaran tentang berapa lama saya menggunakan handphone (HP) setiap harinya. Saya juga ingin tahu seberapa lama saya mengakses WhatsApp, Facebook, Chrome, dst.. dalam satu hari lewat HP. Adakah app yang bisa membantu kita men-track hal ini?

StayFree App

StayFree App

Ternyata ada.  Saya mencoba meng-install app ini: StayFree. Setelah menginstall, maka kita harus memberi ijin app untuk mengakses data penggunaan HP.  Kemudian kita tambahkan, aplikasi apa saja yang ingin kita track lama penggunaannya.  Misalnya, saya ingin mengetahui, berapa lama sih dalam sehari saya menggunakan: WA, Browser (dalam hal ini Chrome), Youtube, FB, dst.. Maka, saya klik tanda tambah yang ada di pojok kanan bawah, lalu saya pilih aplikasi-aplikasi tersebut di atas.

Contoh Statistik Harian StayFree

Gambar2. Contoh Statistik Harian StayFree

Seperti apa hasilnya? nah, contoh hasil trackingnya seperti pada Gambar 2.  Jadi, sejak dini hari tadi (pukul 03.00 CET) hingga kini pukul 15 CET, saya telah menggunakan HP selama 1 jam, 38 menit, 53 detik, dengan porsi: 29,2% untuk browsing, 23.5% YouTube, 20% Facebook, dan 16% WhatsApp. Kita juga bisa mengecek pada pukul berapa saja kita mengakses suatu app, dan untuk durasi berapa lama. Caranya, klik nama app dimaksud, maka akan muncul opsi, lalu pilih details.

Gambar 3. Set Alarm untuk FB

Gambar 3. Set Alarm untuk FB

Selain itu, app ini juga dapat membantu bila kita ingin membatasi penggunaan suatu app. Misalnya kita buat resolusi: “Setiap hari lihat Facebook maksimal 15 menit aja“. Maka kita bisa men-setting alarm untuk Facebook lewat app ini. Caranya, klik nama app dimaksud (yaitu FB), lalu pilih set alarm, dan pilih waktunya 15 min (dapat dilihat pada Gambar 3).

Cukup menarik ya.. semoga bermanfaat..

 

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

 

BunSayIIP Lv12 Day11: Clean My House

Clean My House

Clean My House

Aplikasi ini saya install beberapa hari yang lalu dan baru saja saya coba gunakan, jadi saya belum bisa bercerita banyak. App ini secara umum bertujuan untuk membantu pengguna mengatur jadwal bersih-bersih rumah. Cukup menarik, semoga bisa membantu saya mengingatkan apa yang harus saya kerjakan setiap hari terkait urusan kebersihan rumah. Demikian yang saya pikir sewaktu mengunduh dan memasang app ini.

Cara penggunaannya, pertama, kita inputkan dulu tugas-tugas kebersihan yang ada di setiap kategori/ruangan dan seberapa sering kita melakukannya. Misalnya kita menjadwalkan untuk menyikat kloset kamar mandi setiap dua hari sekali. Maka inputkan tugas menyikat kloset di kategori bathroom, dengan pilihan repeat frequency dua hari sekali (day, 2). Setelah kita inputkan semua tugas-tugas di setiap ruangan, maka kita bisa melihat daftar tugas (All Tasks). Kita juga dapat melihat tugas apa saja yang harus kita selesaikan hari ini (Today’s Task).  Oh iya, sepertinya bila membeli app yang premium, maka kita dapat memilih tugas dari daftar tugas yang sudah tersedia (tidak perlu membuat sendiri).

Inputkan Tugas

Inputkan Tugas

Menarik ya? hehe.. bagi saya cukup menarik. Selama ini untuk bersih-bersih biasanya saya sediakan waktu khusus pada hari tertentu dan menyelesaikan semuanya pada hari tersebut. Metode seperti ini ternyata cukup melelahkan, dan membuat saya merasa bersih-bersih itu memerlukan waktu yang lama.

Today's Tasks: All Done yay!

Today’s Tasks: All Done yay!

Setelah dipikir lagi, sebetulnya kita bisa ya mencicil setiap tugas kebersihan di setiap harinya, dalam batas waktu tertentu saja (15 atau 30 menit misalnya). Contohnya, kita jadwalkan hari senin khusus untuk mengelap debu, selasa bagian dapur, rabu bagian kamar mandi, dst. Bagian dapur pun tidak perlu langsung semua dibersihkan, misalnya pekan pertama bersihkan kompor, pekan kedua bersihkan oven dan microwave, pekan ketiga mengelap dan merapikan isi lemari dst. Meski tetap ada yang harus dikerjakan rutin setiap hari, seperti menyapu misalnya. Lakukan di kendang waktu bersih-bersih yang sudah ditetapkan sebelumnya (misalnya dalam 30 menit harus selesai).

Nah, yang saya paparkan di atas baru sebatas ide. Dari dulu sudah kepikiran ingin seperti itu tapi belum terwujud. Saya belum serius menyempatkan waktu untuk membuat jadwal, dan sedikit ragu apakah saya bisa konsisten nanti bila jadwal sudah ada heuheu. Semoga dengan adanya app ini saya lebih bersemangat untuk mewujudkan ide “bersih-bersih dengan mencicil setiap hari” ini.

 

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia