BunSayIIP Lv2 Day16: Paket Combo

Ayah dan bunda dibuat geli dengan tingkah Luthfan (22 bulan) semalam. Kami sedang berkumpul bertiga di ruang main Luthfan ketika ia ingin bermain menggambar dan mencari buku gambarnya.

“Buku gamba mana? (buku gambar ada di mana?)” tanya Luthfan.

“Di tempat biasa Fan” kata bunda. Luthfan terlihat hendak mencari buku, tetapi ia berbalik arah menghadap ayah lalu berkata.

“Ambikan buku gamba (tolong ambilkan buku gambar)” katanya seraya memandang ke arah ayah.

“Ayayo ambikan pis makasih sama-sama (Ayah, tolong ambilkan please, terima kasih, sama-sama)” kata Luthfan lagi. Seluruh magical words diucapkannya sepaket.

Bunda tak kuasa menahan geli. hihihi.. bahkan kata “sama-sama” pun dipakainya..

Kayaknya Luthfan belum begitu ngerti ya arti kata-katanya… Saking inginnya diambilkan buku gambar, semua kata-kata (please, terima kasih, sama-sama)dipakai.. ” begitu kurang lebih kata ayah.

Iya nampaknya begitu ya yah, Luthfan belum paham betul, batin bunda. Tak apa deh, pikir bunda, yang penting dikenalkan dulu.. nanti semoga akan lebih paham dan lebih terbiasa lagi.. insya Allah..

#Harike16
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

 

Iklan

BunSayIIP Lv2 Day15: Jalan Pagi

Pagi itu, cuaca cukup cerah di Freiburg, meski suhu ada di kisaran lima derajat celcius. Bunda ingin sekali memanfaatkan cuaca yang cerah ini untuk mengajak Luthfan (22 bulan) berjalan-jalan, meski harus bersiap menghadapi dinginnya udara di luar. Akhirnya setelah bersiap diri  dan mempersiapkan Luthfan dengan jaket tebalnya, bunda dan Luthfan keluar rumah, bersamaan dengan ayah yang berangkat ke kantor. Kami pun berpisah di tengah jalan: ayah pergi ke kantor, bunda dan Luthfan berjalan ke arah danau.

Pagi yang cerah

Alhamdulillah meskipun dingin, ternyata indah sekali di luar. Luthfan pun nampak senang berjalan-jalan sendiri, bunda sengaja tidak membawa kereta dorong agar Luthfan lebih banyak bergerak. Kami berjalan di pinggir danau di dekat rumah, melihat bebek berenang, dan menaiki tangga sambil berhitung. Sepanjang perjalanan bunda sesekali bertanya pada Luthfan,
“Luthfan kedinginan ngga? kalau kedinginan bilang ya, nanti bunda gendong”
“nga (ngga)” begitu respon Luthfan di awal perjalanan kami.  Dan setiap kali bunda coba menggendongnya Luthfan menolak, menggeliat dan berusaha turun.

Berjalan pagi ke danau

Setelah kira-kira lima belas menit berjalan, bunda mulai khawatir Luthfan kedinginan. Kami beranjak mengambil jalan pulang. Bunda mengulangi pertanyaannya,
“Luthfan kedinginan ngga? kalau kedinginan dan mau digendong bunda bilang ya..”

Luthfan diam saja. Namun, tak lama kemudian,
“Gendong manino aja (mau digendong bunda aja)” katanya. Beberapa detik kemudian ia mengatakan kalau ingin jalan sendiri lagi, tapi tak bertahan lama, ia pun minta digendong lagi. Bunda pun segera menggendongnya dan kami pun pulang kembali ke rumah. Alhamdulillah.. Luthfan sudah bisa mengungkapkan kalau ia ingin digendong tanpa merengek. Ia pun nampaknya tengah belajar mengukur apakah dirinya sudah kedinginan dan perlu digendong atau tidak.

 

#Harike15
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

BunSayIIP Lv2 Day14: Atap Kereta Mainan

Hari ini Luthfan (22 bulan) dibelikan mainan baru oleh ayahnya: kereta-keretaan yang atapnya bisa dilepas. Ia terlihat sangat senang dengan mainannya, begitu khusyuk dan serius memainkan mainan barunya, pergi kemana pun selalu dibawanya kereta itu.

asyik bermain

Saat sedang bermain, ia memiringkan keretanya dan tiba-tiba atap kereta mainan itu lepas..

“pasang lagi pis.. makasih (tolong dipasang lagi please, terima kasih)” katanya kepada bunda yang sedang ada di sampingnya.

Alhamdulillah, sudah semakin pandai minta tolong ya Luthfan.. Semoga ke depannya tetap bisa konsisten mengungkapkan keinginanmu sendiri, dengan sopan dan tanpa rengekan.

 

#Harike14
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

BunSayIIP Lv2 Day13: Pingu dan Salju

Pingu dan Salju yang habis

Salah satu aktivitas favorit Luthfan (22 bulan) adalah melihat keluar lewat jendela belakang rumah. Pemandangan di belakang rumah memang menyenangkan, terutama bila cuaca sedang cerah.  Terdapat sebuah danau kecil tempat beragam bebek berenang dan taman tempat orang-orang berolahraga. Siang itu, Luthfan mengajak bunda ke jendela belakang rumah dengan membawa Pingu ikut serta.

Pertama kali Luthfan berkata,
“Manino pegang Pingu (bunda, tolong pegang Pingu)” kata Luthfan.
“eh kalau mau minta tolong bilang apa ya..” kata bunda.
Pis (Please)” kata Luthfan. Bunda pun segera memegang Pingu.

Luthfan lanjut berkata,
“Salju abis.. ujan..”
“iya Fan, saljunya udah habis ya tersiram hujan kemarin” kata bunda mencoba melengkapkan cerita Luthfan.

Setiap kali memegang Pingu sambil melihat ke luar jendela, Luthfan selalu bercerita tentang salju kepada Pingu. Mungkin karena sebelumnya bunda pernah mengatakan kalau di kampung halaman Pingu banyak terdapat salju. Hihi.. rupanya Luthfan ingat cerita bunda sebelum ini.

***

Tidak lama kemudian, Luthfan berkata,
“Manino pegang Pingu (bunda, tolong pegang Pingu)” kata Luthfan.
Bunda mengatupkan kedua mulutnya sambil mengisyaratkan huruf “P”.
Pis (Please)” lanjut Luthfan. Bunda tersenyum lalu memegang Pingu.

Luthfan pun kembali bercerita dalam tiga kata tentang salju yang habis karena tersiram hujan. Bunda menanggapi dengan melengkapkan ceritanya.

***

Tidak lama kemudian, Luthfan berkata,
“Manino pegang Pingu… pis.. (bunda, tolong pegang Pingu… please)” kata Luthfan.  Bunda tersenyum sambil mengecup pipinya. Kali ini tidak perlu diingatkan yaa Luthfan.. ^^

Luthfan pun kembali bercerita dalam tiga kata tentang salju yang habis karena tersiram hujan. Bunda pun menanggapi dengan melengkapkan ceritanya.

Alhamdulillah..

 

#Harike13
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

 

 

BunSayIIP Lv2 Day12: Jam Dinding

Saat sedang bermain gambar-gambar siang itu, Luthfan (22 bulan) meminta bunda untuk menggambar lagi jam dinding untuk yang ke sekian kalinya. Bunda sedang tidak fokus saat itu sehingga tidak langsung merespon Luthfan. Rupanya si kecil ngambek karena bunda tidak langsung merespon dan menggambarkan jam dinding untuknya sehingga ia mengulangi permintaannya sambil merengek dan menangis..

“gambar agi ja didi (gambar lagi jam dinding” katanya setengah menangis.

“eh iya, mintanya ngga sambil nangis ya Fan..” kata bunda mengingatkan.

“gambar agi ja didi” katanya nampak berusaha mengatur suaranya.

Bunda bangga dan haru melihatnya mencoba mengungkapkan keinginan dengan tetap tenang. Nampaknya ia mulai paham perbedaan meminta sambil menangis dan meminta dengan suara biasa (tidak menangis).

“bilang apa ya” lanjut bunda mencoba mengingatkannya kembali tentang suatu hal.

“pis (please)” kata Luthfan.

bunda tersenyum sambil segera menggambarkan lagi jam dinding untuknya.

Menggambar jam dinding

Semoga ke depannya bisa lebih terbiasa tanpa diingatkan ya Nak.. catatan juga untuk bunda, agar tidak hanya mengingatkan dengan lisan, tetapi juga memberikan contoh dengan konsisten menggunakan kata tolong dan terima kasih.

#Harike12
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian