BunSayIIP Lv7 Day10: Care and Loving

Hari ini bunda dibuat melting lagi deh sama Luthfan (28 bulan). Bunda sedang agak sedih karena sedang ada sedikit masalah di rumah. Rupanya Luthfan melihat bunda yang muram dan diam saja tidak semangat.

“Manino kenapa?” tanyanya.

“Bunda lagi sedih Fan, maaf ya jadi ngga fokus mainnya” kurang lebih begitu jawab bunda.

Bunda masih terbawa perasaan. Tiba-tiba Luthfan bertanya lagi,

“Manino kenapa?'” lalu ia pun menepuk-nepuk kaki bunda. Bunda memeluk Luthfan dengan erat. Terima kasih ya Luthfan, you just warmed my heart.

#GamesLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#SemuaAnakAdalahBintang

Iklan

BunSayIIP Lv7 Day9: Detail

Di banyak kesempatan, bunda seringkali dibuat takjub oleh Luthfan (28 bulan) dengan kemampuannya dalam memperhatikan detail.  Misalnya, suatu hari Luthfan melihat menara pembangunan di depan rumah. Lalu ia katakan kalau menaranya ada pintunya. Padahal pintunya kecil saja di bagian atas.

Ada pintunya

Ada pintunya

Atau misalnya hari ini, Luthfan bermain dengan papan “Aku Bisa Pipi Machen”-nya. Papan yang bunda buat untuk menginisiasi toilet training. Ia menggoyangkan papan itu seperti bandul. Saat papannya sudah hampir berhenti ia katakan, “masih geak sedikit (masih gerak sedikit)”.

Sebetulnya banyak kejadian lain yang menunjukkan bahwa Luthfan cukup teliti dalam memperhatikan hal-hal yang mendetail. Sayangnya bunda tidak sempat mencatat dan mendokumentasikannya sehingga tidak banyak yang bisa bunda ingat di rapelan tulisan kali ini. Allahu a’lam.

#GamesLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#SemuaAnakAdalahBintang

BunSayIIP Lv7 Day8: Saving For Later

Bunda perhatikan, saat sedang melempar batu di danau, Luthfan (28bulan) biasanya menyimpan satu yang paling besar untuk dia lemparkan paling akhir. Bila masih ada batu yang kecil, maka ia dahulukan melempar batu-batu kecilnya dulu sambal terus saja menggenggam yang terbesar. Save the best for the last ya nak.. hihi.. entah apa sebabnya ya seperti itu.

Saat makan snack kesukaan juga biasanya begitu. Ia mengambil dua buah (biscuit atau keripik), lalu yang sebuah dimakannya, dan yang sebuah lagi terus saja dipegangnya, sampai jatah snack-nya hampir habis. Kalau masih ingin snacknya, biasanya Luthfan masih memegang satu snack di tangannya lalu meminta lagi sambil mengatakan “udah abis…” padahal di tangannya masih ada sebuah. Save one for the last ya..

Yang di kiri untuk nanti

Yang di kiri untuk nanti

Hmm.. sifat apa ya yang seperti ini? sisi positifnya mungkin Luthfan termasuk yang berhati-hati dan mau berpikir untuk beberapa saat ke depan. Bahwa ia masih ingin “that joy of throwing the stone” sebelum ia pulang ke rumah, atau bahwa ia masih ingin menikmati biscuit terakhir sebelum bunda betul-betul bilang tidak ada lagi biskuit.  Allahu a’lam

 

#GamesLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#SemuaAnakAdalahBintang

BunSayIIP Lv7 Day7: Tekun

Bunda perhatikan, Luthfan (28 bulan) bila sudah menyukai sesuatu, maka ia akan tekuni terus hingga tak terasa kemampuannya sedikit demi sedikit bertambah. Alhamdulillah, Masya Allah, entah ini memang karakteristik anak-anak yang masih polos dan murni, tapi bunda rasa Luthfan termasuk yang tekun terhadap hal-hal yang disenanginya.

Misalnya, saat baru dikenalkan menggambar menjelang usia dua tahun, Luthfan awalnya tidak mau ikut menggambar. Ia hanya ingin digambarkan hal-hal kesukaannya (tram, bis, lampu taman, dll) oleh ayah atau bunda. Beberapa pekan kemudian, barulah ia mulai mau menggambar. Sejak saat itu, hampir tiada hari tanpa menggambar. Luthfan bisa menghabiskan seratus lembar kertas dalam beberapa hari. Ia sangat tekun menggambar meski ketika itu gambarnya masih tampak seperti benang kusut.

Tram by Luthfan 28m

Tram by Luthfan 28m

Hingga kini, Luthfan masih suka menggambar.  Dan bunda perhatikan, kemampuan menggambar Luthfan saat ini sudah jauh lebih baik. Misalnya pagi ini, bunda dikagetkan dengan gambar Luthfan di papan gambarnya. Saat melihat gambarnya, seketika bunda tahu bahwa itu adalah “tram”. Luthfan memang suka sekali menggambar tram. Dulu gambar tram-nya biasanya hanya kotak-kotak yang tidak beraturan. Tapi sekarang bunda bisa melihat ada jendela, ada pintu, ada roda, dan ada pantograf. Masya Allah, buah ketekunan ya nak.

***
Hari ini, saat bunda mengajak Luthfan untuk main di luar rumah, rupanya Luthfan memilih kegiatan favoritnya saat ini: melempar batu ke danau. Saat memperhatikan Luthfan barulah bunda sadari bahwa sekarang dia semakin lihai dalam melempar batu. Sewaktu awal-awal memulai kegiatan ini, dia biasanya hanya mampu melempar tidak jauh dari tepi, sekarang lemparannya sudah semakin jauh.

Lemparannya Semakin Jauh

Lemparannya Semakin Jauh

Bunda pun merenung, sebagaimana kemampuan menggambar yang ia terus tekuni, hal sesederhana melempar batu pun bila dengan tekun dilatih maka lama kelamaan jadi semakin mahir ya. Hmm.. Semoga sikap ketekunan ini bisa terus sama-sama kita jaga dalam meninggikan gunung kelak ya nak..

 

#GamesLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#SemuaAnakAdalahBintang

 

BunSayIIP Lv7 Day6: Forgiving

Di tengah shaum yang panjang, ayah harus bisa bersabar dalam menemani Luthfan bermain ke luar rumah. Pagi ini, nampaknya Luthfan sedang tidak ingin banyak diatur dan lebih banyak menguji kesabaran ayahnya. Rupanya, karena lelah sehabis bersafar dua hari lalu, ayah kesulitan membujuk Luthfan tanpa menggunakan nada tinggi.

Sementara ayah ke toilet, rupanya Luthfan bertingkah sedikit aneh. Dia berbicara dengan nada agak tinggi sambil menirukan kata-kata ayah tadi. Bunda tersenyum simpul, wah.. ini jangan-jangan maksudnya niruin ayah tadi…  anak kecil memang peniru ulung, pikir bunda.

Bunda coba jelaskan sama ayah, mungkin ayah masih capek. Biasanya Luthfan lebih bisa dibujuk dengan diberi pilihan dibandingkan diperintah.

Peluk Ayah

Peluk Ayah

Setelahnya, ayah merasa menyesal dan ingin meminta maaf sama Luthfan. Ayah memeluk Luthfan. Luthfan tidak tampak tanda-tanda kesal sama ayahnya. Ia tersenyum saja dan memeluk ayah.

Hm.. anak kecil memang masih putih bersih hatinya ya, mudah memaafkan dan tidak mendendam. Semoga sikap mudah memaafkan ini senantiasa menetap di hatimu ya nak, karena sesungguhnya memaafkan itu balasannya dari Allah.

 

#GamesLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#SemuaAnakAdalahBintang