BunSayIIP Lv10 Day11: Ashabul Kahfi

Menjelang makan siang kemarin, Luthfan dan bunda membaca ulang buku Ashabul Kahfi. Buku ini bercerita tentang tujuh orang pemuda yang beriman kepada Allah ta’alla. Mereka hidup di masa seorang raja yang kejam. Mereka lalu pergi bersembunyi ke sebuah gua dan tertidur di sana. Saat terbangun, ternyata zaman telah berganti, kini negeri yang mereka tinggali dipimpin oleh raja yang bijaksana. Rupanya mereka telah tertidur selama 309 tahun. Kisah ini bukanlah dongeng, melainkan kisah nyata yang terjadi pada masa yang silam. Kisah ini juga terdapat di dalam Al-Qur’an di surat al-Kahfi.

“agi.. (lagi..)” pinta Luthfan, setelah bunda selesai membacakan bukunya.

Bunda pun membacakan ulang buku Ashabul Kahfi tersebut. Alhamdulillah..

 

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

 

 

BunSayIIP Lv10 Day10: Ikan Hiu yang Baik Hati

Luthfan (31 bulan) masih senang bermain dengan mainan kereta lego dan boneka jarinya. Bunda pun masih setia menjadi pengisi suara para calon penumpang (berbagai boneka jari berbentuk hewan). Dan seperti sebelumnya, Luthfan senang sekali “melewatkan” kereta di depan para penumpang, sehingga penumpang harus bersabar menunggu kereta yang mau berhenti.

“bunda bunda ni ni keetanya udah lewat ni… (bunda ini keretanya sudah lewat)” ujar Luthfan setiap kali kereta berlalu begitu saja dan tidak berhenti di tempat para satwa menanti.

“Yah.. kok keretanya ngga berhenti sih.. yaudah deh aku sabar nunggu kereta yang mau berhenti deh..” bunda mengisi suara kodok.

Kali ini, rupanya kodok harus super luarbiasa sabar, karena keretanya terus menerus lewat dan ngga ada satupun yang berhenti.  Kodok mulai berputus asa, namun kemudian datanglah seekor ikan hiu,

Kodok dan Ikan Hiu

Kodok dan Ikan Hiu

“halo kodok, assalamualaikum.. kamu kenapa kok kelihatannya sedih?” tanya ikan hiu.

“wa alaikum salam ikan hiu… iya nih aku lagi sedih, aku dari tadi ingin naik kereta tapi keretanya jalan terus..hiks hiks..” cerita kodok.

“Ooh.. sabar ya.. nanti juga ada yang berhenti.. yuk sini aku temenin.. aku juga mau naik kereta.. ayo kita ngobrol.. ” ajak ikan hiu.

Bunda pun memberi penjelasan,

“Alhamdulillah.. kodok udah ngga sedih lagi..ikan hiu baik sekali ya mau mendengarkan cerita kodok dan menemani kodok”

Tiba-tiba kereta yang dinanti datang. Akhirnya kereta berhenti di depan kodok dan ikan hiu.  Sayangnya.. pintu kereta yang dibuka hanya ada satu, ikan hiu yang baik hati tentu mempersilakan kodok untuk naik terlebih dahulu.

“Iya kodok kamu silakan naik duluan ya.. biar aku tunggu kereta yang berikutnya sambil membaca buku.. ” ujar ikan hiu kepada kodok.

“Wah masya Allah.. ikan hiu baik sekali ya.. sudah berempati dan menemani kodok, dia mau mengantri menunggu gilirannya.. dan sekarang ia bersabar menunggu kereta berikutnya..” tambah bunda menutup dongeng singkatnya.

 

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

 

BunSayIIP Lv10 Day9: Buku Cerita Tentang Kejujuran

Hari ini bunda tidak banyak mendongeng untuk Luthfan (31 bulan). Namun, pagi hari tadi selepas ia bangun tidur, bunda mengajaknya membaca ulang buku cerita seri kisah teladan yang berjudul “Abdullah bin Mas’ud yang Jujur”.

Kisah Kejujuran

Kisah Kejujuran

Buku ini menceritakan tentang Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu yang sedang menggembalakan kambing. Beliau bersikap jujur saat menggembalakan kambing yang dititipkan kepadanya. Saat bertemu dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tidak mau memberikan susu kambing tanpa sepengetahuan pemiliknya, dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kagum dengan kejujurannya dan mendoakannya. Alhamdulillah akhirnya Abdullah bin Mas’ud menjadi salah satu sahabat yang taat, semoga Allah meridhainya.

Luthfan terlihat mendengarkan. Alhamdulillah.. semoga kita dapat meniru beliau untuk selalu bersikap jujur ya nak. aamin.

 

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

BunSayIIP Lv10 Day8: Kisah Menjelang Tidur Siang

Sebelum tidur siang ini, Luthfan (31 bulan) agak rewel. Nampaknya ia sudah sangat mengantuk. Mungkin ia agak marah juga. Sudah mengantuk, bunda malah memandikannya tanpa aba-aba. Ia minta digendong. Bunda menggendongnya lalu bercerita,

“Alkisah hiduplah seorang anak kecil di kota Freiburg….”

Luthfan yang tadinya rewel mulai tenang. Kelihatannya mendengarkan.

“Ia adalah anak yang baik hati dan suka membantu orang tuanya. Ia suka membantu ibunya menyapu. Ia juga suka membantu ayahnya mengelap kaca jendela. Kaca jendela yang segitiga juga dilapnya.”

Luthfan terdiam. Kaca jendela berbentuk segitiga yang ada di sudut rumah kami adalah favorit Luthfan. Ia suka membantu ayahnya mengelap kaca jendela..

“Ia juga terkadang membantu ibunya mengepel di rumah. Ia juga pandai merapikan sendiri mainannya. Lalu ia adalah anak yang suka berdoa. Sebelum tidur ia berdoa. Bangun tidur ia berdoa. Ia banyak berdzikir kepada Allah. Sebelum makan ia berdoa “bismillah…” sesudah makan ia berdoa ” alhamdulillahiladzi ahyana.. *eh kok ahyana.. bunda salah nih.. ^^ ”

Luthfan diam saja. Mungkin rasa kantuk tengah menyergapnya.

“.. Alhamdulillahiladzi ath’amani haadza wa razaqnihi minghairi haulin minni wa laa quwwah.. sebelum masuk kamar mandi ia berdoa (bunda membaca doa masuk kamar mandi).. keluar dari kamar mandi pun membaca doa (ghufronaaka).. sebelum tidur ia berdoa.. (bismika dst…) bangun tidur ia berdoa (alhamdulillahiladzi dst…)”

Luthfan masih terdiam. Bunda lalu membacakan beberapa ayat al-Qur’an dan akhirnya ia pun jatuh tertidur. Selamat tidur Luthfan..

 

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

BunSayIIP Lv10 Day7: Kisah Pak Ben

Hari ini bunda dan Luthfan (31 bulan) membaca ulang buku tentang ekskavator. Di buku ini dijelaskan tentang apa itu ekskavator, apa yang mampu dikerjakannya, apa saja jenis-jenisnya dan lain-lain. Di halaman pertama buku ini ada gambar seorang bapak-bapak yang menaiki sebuah ekskavator besar.  Bunda mencoba mengembangkan cerita pak supir ekskavator ini sambil membacakan bukunya,

Kisah Supir Excavator

Kisah Supir Excavator

“Ini Pak Ben. Pak Ben adalah seorang supir excavator. Pagi-pagi sekali Pak Ben sudah berangkat ke tempat pembangunan. Ia naik ke kabin supir ekskavator lalu menyalakan mesin diesel ekskavator. Pak Ben bekerja dengan rajin sekali hingga siang hari waktu beristirahat tiba. Ia memasangkan kotak ekskavator lalu mulai bekerja dengan rajin.”

Kurang lebih begitu tambahan cerita karangan bunda. Luthfan masih tampak asyik mendengarkan. Bunda pun membalik halaman-halaman berikutnya dan mencoba berimprovisasi dengan cerita Pak Ben-nya setiap kali ada gambar Pak Ben di halaman yang baru.

 

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination