it is now 1.10 past middle night, still finishing job, but starting to bored. Hm, so i think it would be nice to have some small talk here, and i am trying to make a good one, i hope. Just wanna share bout my thoughts several days before this time.
—
Baru kuketahui sekarang, ternyata kadang-kadang, manusia bisa jadi terlalu banyak berpikir dan membuat semuanya bersilang taut di kepalanya. Hm, ya memang, berpikir adalah salah satu hal yang membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Tapi berpikir yang saya maksud di sini lebih spesifik lagi. Ini adalah tipe berpikir di mana sang pemikir cenderung membiarkan pemikirannya terus berkembang, bahkan hingga kusut di kepalanya,, tanpa melakukan aksi.
Hm, kenapa tak melakukan aksi? alasannya bermacam-macam. ya diantaranya karena takut, hingga ia mengembangkan pemikiran tentang hal-hal yang mungkin terjadi karena rasa takut itu, dan tidak akan bergerak sebelum yakin semuanya aman. Alasan yang lain mungkin karena malas, atau karena tidak terlalu penasaran tentang apa yang akan terjadi jika silang-taut di kepalanya itu diwujudkan dalam satu tindakan nyata.
Memang, derajat keanggotaan kejadiannya bervariasi untuk setiap orang. Ada yang kadang-kadang melakukannya, ada yang seringkali melakukannya, ada yang selalu, bahkan ada yang mungkin nyaris tidak pernah seperti itu. Tipe yang saya sebutkan terakhir tadi biasanya adalah orang yang punya stok rasa penasaran atau keberanian yang cukup besar.
Hm, kalau bertanya mana yang bagus,, mungkin setiap orang punya pendapat masing-masing. Berpikir itu bagus, karena mempersiapkan aksi dengan matang memang perlu. Tapi keberanian bertindak juga diperlukan. Yang terbaik, memang yang berimbang.
Orang yang punya stok “nafsu berpikir” yang lebih di kepalanya akan diuji dengan keberanian bertindak. Orang yang punya stok “keberanian” hingga nyaris nekat di setiap aksi mungkin perlu belajar untuk lebih mempertimbangkan aksinya.
***
Sidik selidik, pemikiran ini terinspirasi urusan coding dan algoritma. Akhir-akhir ini saya “dipaksa” coding mengunakan bahasa yang terbilang baru bagi saya. Dan, yah… saya mungkin termasuk tipe yang “punya stok nafsu berpikir” yang lebih banyak ketimbang keberanian menjajalnya. Jadilah di awal-awal saya kebanyakan mencari tahu dulu tentang ini itu sampai saya rasa cukup. Tapi karena stok keberaniannya kurang, maka urusan self immersing ke dalam coding di project akan dilakukan setelah semuanya dirasa aman. Fatalnya, saat udah mulai, lupa-lupa ingat deh apa yang udah dibaca. hihihi… jangan ditiru.
Hm, namun kemudian,, iseng-iseng mencoba untuk langsung nyelup ke project. Eh, ternyata not too bad saudara2..
Begitu juga untuk urusan algoritma. Kadang-kadang, kita punya satu algoritma yang udah berenang-renang di kepala, tapi belum juga mengimplementasikannya. Nah, mungkin perlu sedikit coba-coba. Memang c, kalau cuma coba-coba di awal kadang hanya ketemu sebagian, tapi kalau menunggu semuanya tuntas di kepala tanpa sama sekali mencoba melihat “apa yang terjadi jika saya lakukan ini” boleh jadi membuat kita buntu. Mengapa buntu? karena tak ada fakta lain yang bisa kita lihat akibat tak ada langkah yang dilakukan, sehingga skenario berikutnya tak kan pernah bisa disusun. hm,, divide et impera, ne?
Hm, maybe that was (i hope it will stay ‘was’) me several months before. times when i was busy to worried about projects, was dizzying because of “how to do this” “how to do that”, without trying to implement thougts into real world.
***
lanjut lagi ah.. daag…
Rasa takut menjaga manusia dengan berhati-hati,
Terlalu takut dapat membuatnya berhenti.
Cuap Terbaru