Biarkan angin berhembus, ke arah manapun yang ingin ia tuju. Namun ada suatu tanya yang menyelinap dalam perjalanannya.
“wahai angin, algoritma apakah yang kamu gunakan saat kamu mendapati percabangan?”
Biarkan air mengalir, sebagaimana ia pergi. Namun air, aku tetap menyimpan tanya,
“algoritma yang mana yang kau gunakan saat kau menjumpai persimpangan?”
karena saat ini kurasa inginku seperti engkau, air
atau dirimu, angin
hehe.. peace.. gak ada hubungannya sama kuliah AI (greedy, A*, heuristic, oh no!) tadi pagi… beneran!
: )
Posted by uleefeb89 on 19 Desember 2008 at 09:34
ya ya ya.. percaya zah.. hehehe…