Pada Sebuah Meja di Suatu Malam

Di tempat ini biasanya ada canda yang menghangatkan malam nan kian beranjak pekat dan dingin. Sehabis makan bersama mengalirlah cerita dari masing-masing anggota keluarga. Saling menanggapi. Kadang dengan serius, setengah bercanda bahkan hingga tahap paling gokil sekalipun. Anggota yang biasanya diam pun sekarang mulai menunjukkan giginya, entah senyum, tertawa, memberi komentar, atau bahkan ikut mengoceh. Orang-orang yang paling serius sekalipun bisa menjadi garing nian di meja makan pada momentum (pasca)makan malam bersama keluarga. Inilah momentum yang mungkin tidak terlalu dirasa besar , tetapi memiliki manfaat yang besar untuk melekatkan hubungan di keluarga.

Seperti malam itu. Satu malam diantara malam-malam yang terhangatkan keramaian canda tawa. Bisa dibilang ku termasuk banyak bicara di keluargaku. Dari dulu juga begitu, kenang ibuku. Sesuatu yang ingin kuubah, karena katanya, semakin seseorang matang akalnya, semakin sedikit bicaranya.

Ceritaku malam itu adalah tentang mata kuliah-mata kuliahku yang judulnya selalu disingkat-singkat. Mungkin –dan kalau tak salah aku memang pernah baca—bahwa orang Indonesia memang cenderung dan lebih akrab dengan kata-kata yang memiliki dua suku kata. Polwan, lapas, bansus… dll. Begitu pun yang terjadi pada orang-orang Indonesia yang kukenal sebagai teman sekelasku. Ya… tujuan mengakronimkan itu memang jelas sih, supaya lebih mudah untuk disebutkan.

Bahasa pemrograman jadi basprog, basis data jadi basdat, struktur data jadi strukdat, organisasi komputer jadi orkom… dan seterusnya… hingga sampailah aku pada pertanyaan Ibuku. Awalnya ku kira pertanyaan biasa aja. Kurang lebih begini .. “Teh, belajar bahasa komputer nggak?” . Bahasa komputer? Um,, mungkin maksudnya pemrograman gitu ya? Kan kalau buat program gitu belajar bahasa. “ya.. Ada juga mata kuliah pemrograman… bahasa pemrograman, algoritma pemrograman.. tapi nggak ada bahasa komputer.. emang kenapa?” Ibuku senyum-senyum. Aku nebak-nebak ada apa gerangan, emang ada yang lucu ya.. oh akhirnya telmiku muncul aku nyambung juga kenapa Ibuku senyum-senyum. Ayoo.. tebak kenapa?

Soalnya kalau ada mata kuliah Bahasa Komputer, niscaya nama keren mata kuliah itu adalah Baskom. Hehe.. garing sih,, tapi cukup membuat isi ruangan naik sedikit temperaturnya… ya,, begitulah cerita garingnya.. :D

***

(Kamar, Di sela-sela tugas rekap, 2.28 pm waktu komputer, seminggu jelang agustus.)

NB : ternyata dikamus ada akronim BASCOM lo.. (tentu bukan bahasa computer, tapi Basic Compiler; program yang menerjemahkan program BASIC (ekstensi .BAS) menjadi .exe)

2 Tanggapan to this post.

  1. Sory za baru balez comentnya yang tentang java ntu..
    bisa ja compile file .java di luar folder bin dari JDK-nya. caranya setting environment varible windows-nya dulu.
    cara nyetingnya gampang, klik kanan aja di icon my computer truz pilih properties, abiz ntu pilih tab advance..nanti cari tombol enviroment variables, klik di situ..nanti muncul kotak, cari variable Path atau PATH (sama ja). truz klik kiri 2 kali di path tsbt..boleh path yang di atas boleh juga yang di bawah..nanti muncul kotak lagi, truz masukin jalur (path) menuju ke folder bin yang ada di JDK ntu ke variable value..jangan lupa titik koma dulu buat ngebatesin jalurnya..udah,selesai..
    sory nie kalo telat, baru tau ad komen dari Za…

  2. Posted by blubukzz on 30 Juli 2008 at 02:36

    Makasi Sule, sebenernya za udah pernah bikin path nya itu dikasi tahu temen wkt training. cuma ingin tahu aja, kan kasus .c dan .cpp di vista juga mesti ditaru di bin, jadi kalau dia dibuat path nya dulu bisa apa enggak. kok coment di sini? nggak nyambung ma tulisannya.. hehe

Tanggapi posting ini